Jumat, 02 November 2012

Terima Kasih Allah...

ah...

entah hari ini saya mau menulis tentang apa...

terlalu complicated perasaan saya hari ini, senang tidak, sedih tidak, bahakan ada tugas pun saya tidak ada niatan untuk mengerjakannya tetapi yang pasti saya sedang dilanda Virus yang sangat mematikan..(#hahaha)

mungkin yang dikatakan orang-orang gaul sekarang virus yang mematikan itu dinamai Virus "Cinta"...


Terkadang saya gak percaya saya terkena Virus itu, sejak SMA saya tidak pernah sama sekali tahu yang namanya suka kepada lawan jenis (baca: perempuan), bukannya saya tidak normal, tapi saya ini tipe orang yang sangat suka dengan kebebasan, 

kalau ditanya hubungannya apa dengan Pacaran dan Kebebasan??

Menurut penelitian saya selama di SMA,..
menurut yang saya lihat, dengar, dan amati teman saya yang pacaran ketika SMA itu kasihan banget, kenapa gak.. tiap berangkat sama pulang kadang suruh jemput si do'i-nya, ketika do'inya lapar, pasti dimintai di anterin untuk beli makan, dan yang paling sering banget itu tiap malam minggu mereka berdua pasti keluar, dan kayaknya tiap malam minggu itu ada agenda yang harus mereka lakukan secara bersama walaupun itu cuman keliling komplek perumahan... hahahhahaha...
Dan bahkan yang bikin saya geli ketika "kita" para lelaki harus merubah sikap kita secara drastis ketika di hadapan si "dia", kayak kita harus dipaksa bersikap selembut, seramah mungkin ketika di hadapannya, memang perempuan itu senang di perlakukan lembut dan halus tapi apakah dengan itu si lelaki harus mempunyai 2 kepribadian yang berbeda...

Hipotesis itu diperkuat dengan yang saya alami sendiri, ketika SMA saya akui ada perempuan yang menarik perhatian saya, mulanya dia memang tidak sekelas dengan saya tetapi saat menginjak kelas 2 ternyata dia sekelas dengan saya (#what a coincidence), dan saking beruntungnya dia duduk tepat di depan saya ketika itu bangku saya berada pada barisan paling belakang, dari situlah setiap ke sekolah saya semangat sekali bukan karena papan yang penuh dengan tulisan angka dan rumus yang tentunya susah di mengerti tapi karena Punggung dan kepala bagian belakangnya si dia yang "mempesona", mungkin gara-gara ini ya nilai saya saat kelas 2 SMA hancur, karena saat itu saya telah mencetak rekor Muri ala saya yaitu mendapatkan penghargaan peringkat ke-4........ dari Belakang... (=_=)"

 waktu berlalu dan kami berdua pun naik ke kelas 3 SMA dan beruntungnya satu kelas lagi.. (yeay)...

oke..
setelah pengalaman pendekatan di kelas 2 yang berdarah-darah tidak saya buang begitu saja, kelas tiga dia tetap duduk tepat di depan bangku ku..
akhirnya aku beranikan diri untuk mulai ke level selanjutnya, yaitu sms dia, memang sepele tapi entah kenapa mau sms dia itu rasanya berat banget, sampek-sampek konten smsnya itu harus di teliti titik komanya, besar kecilnya, dsb berulang kali oleh saya, dan percaya gak percaya sms itu aku lihatin terus hingga hampir 15-20 menitan dan akhirnya dengan keberanian yang sudah saya kumpulkan saya akhirnya mengirim sms itu yang berisikan..
" hai... lagi ngapain?.."

tapi dari sms singkat itu kami jadi dekat, bahkan hampir tiap malam kami sms-an...
waktu berlalu begitu cepat dan kami pun semakin dekat, tapi kok aku ngerasa ada yang aneh..
dia lama-lama jadi manja dan minta yang aneh-aneh, mungkin wajar lah anak SMA, tapi saat itu saya juga anak SMA yang cman punya modal sepeda motor dan uang saku yang pas-pasan dan itu pun masih di minta ke Orang tua, akhirnya saya sering menolak permintaannya dan akhirnya ketika kami masuk kuliah kami sangat jarang dan bahkan hampir tidak pernah SMS lagi...

dan Hipotesis ku adalah : 
Jangan pacaran waktu SMA kalau yang laki-laki itu bukan anak orang kaya yang uangnya banyak banget lain kata ketika pacaran waktu SMA yang dirugikan adalah para Lelaki...
(hipotesis ini hanya berlaku pada saya saja, jangan di artikan secara general)

dan gara-gara hipotesis itulah saya belum "menikmati" yang namanya galau ketika SMA..
dan katanya Mas Yonk (teman angkatan saya ketika kuliah) Galau itu bagai SKS pada alur kehidupan, mau gak mau kamu harus melewati masa galau... (damn.. maybe it's True)

Nah sekarang ketika saya masuk kuliah...
Saya bukan tipe orang yang mudah suka ke orang lain, contohnya cerita di SMA di atas selama di SMA saya hanya suka kepada 1 orang saja,..

Pertama kali ketemu "DIA" (sebut saja "DIA") ketika pas awal pengaderan di jurusan di ruangan kelas terbesar di jurusan Statistika di gedung T..
memang gak ketemuan langsung sih, saya hanya melihatnya dari kejauhan saja..
dan saya masih ingat jelas rupanya waktu itu...
dam seketika itu teman cowok saya sesama maba satu jurusan langsung menghidupkan semua radarnya untuk mencari "mangsa",..
ada yang bilang.. "wuiihh, ada yang mirip artis marshanda katanya namanya itu *****.."
ada juga yang bilang "wuiihh, ada yang lahirnya di jepang namanya itu ******"..
sedangkan saya hanya memperhatikan DIA yang sedang sibuk berbicara dengan teman barunya, dan bahkan pada saat itu saya belum tahu namanya.. (KOPLAK)...

Saat tahun Pertama (ketika Maba)...
Saya masih ingat saat pertama kali saya dan DIA berkomunikasi ketika saat satu kelas dan dia duduk di depan saya, Saya pun dengan hati berdegup kencang memanggilnya dan berniat untuk meminjam Bolpoin walaupun saya sudah punya tetapi saya sengaja taruh di dalam tas, dan sialnya ternyata dia hanya punya satu bolpoin saja,..
Ketika saat kegiatan Pengaderan jujur saya malu karena saya tidak berkontribusi lebih kepada angkatan saya, sedangkan DIA punya peranan yang cukup besar, dan itu salah satu yang membuat saya kagum kepadanya.. :)
Hari-hari pun terus berlalu satu tahun yang hanya saya habis kan hanya untuk melihat "keindahannya" dari kejauhan saja..

Saat tahun kedua..
saya mencoba berubah untuk lebih menjadi orang yang aktif dengan mengikuti organisasi baik di jurusan dan di Institut, dan sesuai dugaan DIA pun juga mengikuti Organisasi..
dan akhirnya saya dan DIA sudah sering berkomunikasi walaupun hanya sebatas membahas Proker dan urusan organisasi lainnya... dan saya sudah cukup senang dengan hal itu..

Saat tahun ketiga..
Mungkin tahun yang paling berkesan, karena saat itu saya di amanahi menjadi pemimpin di organisasi saya, dan DIA pun juga masih berada di dalam sistem tersebut, tentu saja dengan kedudukan yang berbeda..
sehingga Intensitasnya berkomunikasi pun bertambah..

dan sekarang pada tahun ke empat kami pun sudah berubah selama berjalannya waktu..
Dia sibuk dengan dunianya dan saya pun begitu, tetapi kami tidak jarang untuk bisa berkomunikasi... :)

ketika di tanya apa kelebihannya di bandingkan perempuan yang lain...
bahkan di jurusan saya yang terkenal dengan mayoritas perempuan banyak yang masih lebih cantik darinya..

Saya hanya bisa menjawab...
"Cara DIA berbicara, cara DIA berjalan, cara DIA tersenyum, cara DIA menangis, cara DIA tersipu malu, dan Cara DIA marah"
"Karena DIA adalah DIA, bukan Orang lain"

Dan itu sudah sangat Cukup sebagai alasan mengapa saya menyukai DIA..

Bersambung.... ^_^


Tidak ada komentar:

Posting Komentar