Hari ini Hari Rabu (10-10-'12) dimana kuliah ku
hanya pukul 11 siang dan jam 3 sore, mungkin kelihatannya longgar, ya harus aku
akui memang kuliah ku longgar banget tapi Tugasnya men..
MENGGILA,,,,,!!!!!!!
yah begitulah
mencari ilmu pada salah satu Institut yang terkemuka Di Indonesia, mau tidak
mau harus kita yang menyesuaikan. malah Jadi keinget katanya orang pinter jaman
dulu bahwa "makhluk yang bisa bertahan hidup itu bukanlah makhluk yang
kuat tapi makhluk yang bisa beradaptasi dengan baik" dan mungkin teori itu
berlaku juga di Statistika ITS,.
Jam Digital Di kos (pamer sek...) Menunjukkan Pukul 3 Sore tepat Sudah saatnya saya kuliah, tapi entah kenapa pada saat itu aku sedang tidak ingin mengikuti kuliah jadi aku putuskan untuk menggunakan jatah Bolos saja (jangan tiru ini di rumah atau di kos masing)..
Gak lama kemudian si Rendi (teman terbaik, teman satu kos...:P) lagi sibuk mau berangkat, tapi disini ada yang Aneh biasanya dia berangkat menjelang magrib karena dia kuliahnya malam hari tetapi pukul setengah 4 sudah siap untuk meluncur..
"Nang Endi Ren?" kata saya
"Nang JMP, Kate delok SSC (Save Street Children), melok ta?"
"OK aku melok wes.." tanpa pikir panjang..
Akhirnya aku ikut rendi bersama 2 temannya ke JMP yaitu Sigit dan Advin,..
"OK aku melok wes.." tanpa pikir panjang..
Akhirnya aku ikut rendi bersama 2 temannya ke JMP yaitu Sigit dan Advin,..
JMP (Jembatan Merah Plaza) merupakan salah satu Mall yang ada di Surabaya, jadi Hipotesisku adalah nanti ada seperti semacam Gathering komunitas SSC atau gak ada pertunjukkan untuk anak jalanan di dalam JMP, Tetapi setelah sekitar 10-15 menit perjalanan ternyata dugaanku salah BESAR..
Memang kita berempat menuju JMP tetapi yang dimaksud bukanlah pada Mallnya tetapi di daerah sekitar Mall Tersebut,..
Di sana ada sebuah gang kecil setelah Sungai di dekatnya JMP, gang tersebut tidak beraspal jadi ketika masuk kesana badan motor teman saya sampai kena batu besar, tidak lama kemudian kami pun berhenti di depan sebuah mushalla, dan pada saat itu juga saya langsung terdiam dan dalam hati berkata..
Astagfirullah...!!!
Bagaimana tidak, Mungkin itu tidak pantas bisa di bilang Mushalla tapi lebih pantas di bilang itu hanya sebuah Gubuk Kecil yang di Paksa untuk Menjadi tempat beribadah, bayangkan semua bahan yang digunakan untuk membangun mushalla tersebut hampir 80% dari triplek, dan di dalamnya hanya bisa memuat 2 shaf saja, bahkan mushalla itu di bangun tepat di samping Sungai yang tidak bisa di bilang bersih, mungkin ketika ada orang yang tidak hati-hati dan tersandung di mushalla tersebut maka mushalla tersebut akan jatuh ke dalam sungai..
Dan yang lebih membuat saya beristighfar adalah tepat di samping Mushalla tersebut ada segerombolan orang dewasa dan setengah baya tidak menggunakan busana atasan (Baca: Baju) bahkan ada yang hingga terlihat sisi sebelah atas dari pantatnya (mohon maaf) sedang bermain judi dan yang di pertaruhkan adalah Kelereng. Entah apakah itu hanya sebagai pengganti uang untuk bahan taruhan atau memang kelereng yang menjadi bahan untuk bertaruh saya tidak berani bertanya karena saya tidak ingin tahu tentang hal yang bersifat seperti itu..
saya tidak membayangkan bagaimana kehidupan sehari-hari jalan kecil tersebut, tetapi dengan melihat sekilas saja saya dapat menyimpulkan bahwa lingkungan tersebut sangat tidak pantas untuk mendidik anak, karena kepribadian seorang anak terbentuk dari cara bergaulnya, dengan siapa dia bergaul, dan tempat dimana dia bergaul, dan saya takut jika lingkungan tersebut akan membuat kepribadian anak-anak pada gang kecil disana akan Cenderung negatif, oleh karena itu jangan salahkan ketika masih banyak tindak kejahatan di Kota pahlawan ini bukan hanya karena terdesak Makan dan Hidup tetapi juga karena dari kecil para anak-anak sudah dikenalkan dengan dunia hitam dan tidak mungkin para anak-anak kecil tersebut tidak terpengaruh dengan gaya hidup seperti itu..
Dan Saatnya pun akhirnya saya dan tiga teman saya masuk kedalam Mushalla yang sangat sederhana itu, dengan hati-hati saya melangkahkan kaki di mushalla dan saya memilih tempat duduk di belakang dan padaa saat itu mushalla sudah ramai dengan anak-anak kecil seumuran SD hingga SMP yang sangat antusias mendengarkan cerita dari kakak Pengajar (begitulah mereka menyebutnya), dan...
Subhanallah...
Di dalam sana saya melihat sebuah kain berwarna merah yang biasanya digunakan untuk menjadi batas shalat antara laki-laki dan perempuan disulap menjadi panggung pertunjukan boneka tangan, dan boneka tangan yang di pakaipun sangatlah sederhana, tetapi itu tidak mengurangi kekhitmatan pertunjukan boneka tangan tersebut, anak-anak kecil mendengarkannya dengan antusias walaupun ada aja yang bandel dan membuat ricuh sendiri (namanya juga anak kecil dan kenakalannya itulah kelucuan dia bisa terlihat)... :)
Cerita di dalamnya pun mengajarkan bahwa bertengkar dan menjaga kedisiplinan itu sangat penting untuk di mulai sejak dini..
Setelah Cerita Selesai di lanjutkan untuk bernyanyi bersama, lagu yang
dinyanyikan mungkin ini lagi tidak sedang trend di kalangan anak-anak
tapi saya jamin lagu itu merupakan lagu yang sangat mendidik daripada
lagunya C*wb*y Jr, dan seketika itu mereka semua antusias unutk
mengikuti lagu tersebut, hingga ada salah satu anak yang membunyikan
alat yang biasa dia pakai unutk mengamen di jalan yaitu semacam kayu
yang dipasang dengan tutup botol besi dan di paku, semua anak-anak
sangat senang sekali terlihat dari mimik mereka yang tersenyum dengan
lugunya serta ikut bernyanyi bersama kakak pendamping..
Terlihat jelas bahwa para anak-anak jalanan tersebut sangat kurang sekali untuk menikmati waktunya sebagai anak kecil, Keseharian para anak-anak tersebut sebagian besar untuk mencukupi kehidupan dirinya atau bahkan untuk menghidupi keluarganya, jadi kehadiran kakak-kakak pendamping dari Komunitas SSC sangat berarti bagi mereka selain untuk mengajarkan hal-hal yang positif demi mengimbangi kondisi masyarakat disana juga untuk menghibur anak-anak jalanan yang mungkin punya lebih sedikit waktu bermain dari pada kita.
Dan Selama itu saya hanya terdiam di pojokan menyaksikan dengan wajah bego karena perasaan Haru, Senang, dan Takut jatuh bercampur aduk di dalam Otak saya ini, mengapa tidak dengan hanya fasilitas yang sangat terbatas sudah dapat memberikan hal yang sangat bermakna, bahkan para anak-anak kecil tersebut mungkin tidak berfikir bagaimana jika mushalla itu akan jatuh ke sungai karena mereka sibuk dengan dunia yang beberapa jam sehari saja mereka rasakan..
Pukul Sudah menunjukkan jam 5 Sore sudah saatnya waktu unutk belajar dan bersenang-senang berakhir, dan forum tersebut pun di tutup dengan doa, dan seketika doa di sudahi semua anak-anak jalanan tersebut menghampiri seluruh kakak pendamping di mushalla tersebut hanya unutk mencium tangan dan berpamitan, bahkan kami bertiga (selain advin) yang barus aja datang dan bertujuan hanya unutk melihat juga tidak luput unutk dimintai pamit, setelah semua anak sudah pergi kami memperkenalakan diri kami ke TIM SSC dan kami pun di sambut sangat hangat dan ramah,..
tidak lama kemudian kami bersegera untuk kembali ke Kampus karena 3 teman saya tersebut pukul 6 harus sudah ada di kelas untuk kuliah, dan betapa kagetnya saya ketika di depan motor yang saya parkirkan tadi ada sebuah kotak (ukurannya sekitar 3x3 meter) yang di bungkus oleh plastik tebal bekas yang semula saya kira tempat menyimpan barang ternyata sebuah tempat tinggal dari nenek yang sudah tua renta yang kala itu sedang menghitung uang receh yang sudah di perolehnya dari pagi...
tidak lama kemudian kami bersegera untuk kembali ke Kampus karena 3 teman saya tersebut pukul 6 harus sudah ada di kelas untuk kuliah, dan betapa kagetnya saya ketika di depan motor yang saya parkirkan tadi ada sebuah kotak (ukurannya sekitar 3x3 meter) yang di bungkus oleh plastik tebal bekas yang semula saya kira tempat menyimpan barang ternyata sebuah tempat tinggal dari nenek yang sudah tua renta yang kala itu sedang menghitung uang receh yang sudah di perolehnya dari pagi...
Begitulah sedikit pengalaman berharga yang saya dapat hari ini, Bagaimana mungkin di sekitar salah satu Mall Besar di Surabaya dan hanya dipisahkan oleh Sungai saja ada kehidupan yang sangat keras seperti itu, Oleh karena itu Orang-orang Seperti Anggota SSC atau mungkin komunitas yang lain perlu di perhatikan oleh pemerintah, karena secara tidak langsung merekalah yang tahu bagaiman kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan,..
Semoga nantinya ada lagi SSC-SSC yang lain demi meyelamatkan generasi selanjutnya...
Thanks to : Rendy (yang mengajak saya) dan Tim SSC (yang memperbolehkan saya ikut nimbrung)... :)
Semoga nantinya ada lagi SSC-SSC yang lain demi meyelamatkan generasi selanjutnya...
Thanks to : Rendy (yang mengajak saya) dan Tim SSC (yang memperbolehkan saya ikut nimbrung)... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar