Selasa, 13 November 2012

Selamat Hari Kesehatan Nasional..

12 Nopember 2012...

Selamat Pagi..
Selamat beraktifitas..
Selamat Berkarya..
selamat mencari Ridho-Nya..
dan Selamat Hari Kesehatan Nasional..

Dari kelima ucapan selamat di atas ada 1 ucapan yang tidak biasa..
yaitu selamat Hari Kesehatan Nasional..

Mungkin banyak orang yang tidak tahu tentang hari kesehatan nasional mungkin karena hari kesehatan nasional itu warnanya pada kalender bukan warna merah :P..

Ngomong-ngomong masalah hari nasional..
Tanggal 12 Nopember itu di jadikan sebagai Hari Kesehatan Nasional karena untuk memperingati hari yang sama pada tahun 1959 ketika Presiden Soekarno mencanangkan Gerakan Pemberantasan Malaria dengan melakukan penyemprotan nyamuk secara simbolik di Desa Kringinan, Kabupaten Slemen, Yogyakarta,Sejak saat itu  Gerakan yang dilakukan oleh Komando Pembasmian Malaria (KOPEM) terus dilaksanakan tiap tahunnya walaupun tidak jarang terjadi kasus malaria malah meningkat.. 
(sumber: http://www.pnri.go.id)

Lalu bagaimana dengan saat ini , setelah sekitar 67 tahun lebih beberapa bulan indonesia merdeka, kondisi Kesehatan rakyat Indonesia belum juga dapat dikatakan bahwa Tingkat Kesehatan di Indonesia sudah membaik, saya tidak tahu pastinya entah itu sudah lebih baik "Sedikit" dari 67 tahun yang lalu atau malah tambah buruk..

memang tidak bisa di pungkiri bahwa manusia yang hidup di Negara Indonesia ini terus bertambah bahkan sekarang sudah mencapai sekitar 244.775.796 jiwa, memang banyak karena kita merupakan bangsa yang besar oleh karena itu permasalahan kesehatan merupakan salah satu hal yang penting untuk menuju kata "sejahtera"..
Bayangkan saja anggaran untuk kesehatan kurang dari 2% dari APBN atau hanya sekitar Rp29,4 triliun dari Rp1.548,3 triliun dalam APBN Perubahan 2012, jika di bandingkan dengan anggaran pendidikan yaitu sebesar 20,20% per 2012, sangat jauh berbeda tetapi dengan obyek yang sama banyak, anggaran pendidikan yang sebesar 20,20% itu saja masih "dianggap" tidak memberikan perubahan yang signifikan untuk Dunia pendidikan di Indonesia apalagi hanya dengan anggaran sebesar itu.

Ambil contoh masalah kesehatan yaitu tentang GIZI buruk..
sebanyak 1,6 juta anak Indonesia  dari 4 juta anak Indonesia mengalami Gizi buruk, dan itu sama saja sekitar lebih dari 1 dari 3 anak yang ada di Indonesia tidak mendapatkan cakupan Nutrisi dan itu banyak sekali penyebabnya dari masalah ketidaktahuan Orang tua tentang tentang Nutrisi untuk anaknya hingga masalah ekonomi yang menjerat sekitar 29,13 juta orang di negara ini.



Mungkin saja 1 dari 3 anak yang tidak beruntung tersebut nantinya kelak menjadi Pahlawan-pahlawan yang dapat membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi, atau bahkan akan mengharumkan nama INDONESIA di dunia...
Mungkin saja..

Tetapi dari ke dua penyebab itu seharusnya sudah bisa di tanggulangi..
Mengapa tidak..
Data yang saya peroleh dari Internet bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata dia atas 6 persen selama 3 tahun ke belakang, itu membuktikan bahwa indonesia sudah melangkah menuju sejahtera tapi ketika melihat kondisi di lapangan itu belum menunjukkan pertumbuhan yang ke arah sana.

Semoga Dengan adanya Hari Kesehatan ini merupakan langkah awal yang digagas Pendahulu kita untuk selain dijadikan perayaan juga sebagai tamparan bukan hanya untuk pemerintah tapi juga untuk setiap orang di Negara yang saya banggakan ini..


Jangan selalu menuntut tanpa melakukan apa-apa..
Minimal jangan buang sampah sembarangan..
^_^


Karena Tiap Orang yang ada Di negara ini mempunyai hutang kepada Orang-Orang yang menjadikan Tanah ini Merdeka, dan Utang itulah yang seharusnya harus kita bayar hingga nanti kita menghutangi anak cucu kita..




SELAMAT HARI KESEHATAN NASIONAL.

Jumat, 09 November 2012

Hangatnya secangkir kopi Ranu Kumbolo..

Tanggal 26 Nopember 2012 adalah pertama kali saya pergi untuk naik gunung, dan bayangin yang ngajak bukan teman laki-laki melainkan teman perempuan..
dan Berhubung saya sudah sangat ingin untuk merasakan naik gunung jadi tanpa pikir panjang saya pun mengiyakan..

Rencana Awal Berangkat setelah jum'atan, kumpul di siklus (nama sebuah UKM di ITS) untuk mempersiapkan semua keperluan dan peralatan, Tetapi semua itu berubah ketika negara api menyerang.. LHO...??? salah..
Tetapi semua itu berubah ketika saya mengatakan "Bu, saya naik gunung dengan 2 orang perempuan"...
dan seketika itu semua elemen keluarga saya berubah menjadi elemen panitia dan levelnya pun naik secara mendadak, dan itu sama sekali tidak smooth perubahan levelnya..
 Setelah berdiskusi lebar dan panjang akhirnya orang tua saya memperbolehkan saya naik gunung dengan catatan ketika ada sinyal harus telpon rumah...(=_=)"   #Ibu anakmu ini sudah besar#..
dan saya langsung mengiyakan saja... => menghindari naik level lagi...

dan karena itulah saya datang telat...
akhirnya kami berangkat sore hari sekitar pukul setengah 5 sore, ketika itu kami memutuskan untuk naik kereta dan beruntung sekaligus sialnya kereta ini merupakan kereta terakhir menuju malang, dan berangkatnya pun pukul 18.45..

Tidak lama kemudian kereta yang kami tunggu datang, kami pun mengambil tempat duduk tidak sesuai dengan nomor penumpang karena ketika itu malam dan kereta sedang sepi sekali,..
Di tengah perjalanan ada sepasang penumpang yang seharusnya duduk di tempat duduk kami tetapi kami dengan tanpa lugu, dan sedikit bengong tidak mau pindah dan akhirnya mereka berdua duduk tepat di hadapan kami...
awalnya saya mengira pasangan ini sedang bertengkar, bayangkan yang laki-laki menatap tajam ke depan, sedang yang wanita menatap kea rah berbeda dengan pandangan yang kosong, dan dalam pikiran saya kalau saya ajak ngomong orang ini pasti ngamuk atau mungkin nih kursi kereta bisa hancur...
tapi lucunya ketika teman saya Sri dan Mega mencoba membuka percakapan ternyata mereka berdua itu sangat ramah, dan pandangan si wanita tersebut kosong bukan karena dia sedih atau apa tetapi dia mengantuk, pasangan tersebut sangat ramah mereka berdua memberitahu kami bagaimana menuju ke kaki gunung semeru..

setelah sampai di malang kami turun, dan kami berjalan ke lampu merah untuk mencari kendaraan umum menuju tumpang, tetapi pada saat itu pukul menunjukkan pukul 22.00 dan mana ada angutan umum, dan sudah kami putuskan bahwa malah ini kami bermalam di masjid...

Esoknya kami di bangunkan oleh penjaga masjid, dan shalat subuh berjamaah...
dan segera berangkat menuju tumpang, sampai disana untungnya kami bertemu dengan pendaki yang lain dan mengajak kami untuk sama-sama menuju ranu pani (Desa di Kaki Gunung Semeru) dengan menggunakan truck sayur, setelah sampai di Ranu Pani kami segera mengurusi masalah surat dan perijinan pada penjaga, sebelum nantinya berangkat ke Ranu Kumbolo..
Oh ya, nama pendakinya itu mas Onni, Mas Rizal, Mas Magis, dan satu lagi perempuan yang saya lupa namanya..

di atas mas rizal tidak ada karena dia yang mengambil gambar..

Setelah administrasi selesai dan perut sudah terisi kami mulai berangkat mendaki, tetapi disana kami berpisah karena mas rizal dan mas onni masih sibuk untuk menawar harga porter (semacam pembawa barang, tapi ini untuk naik gunung) karena tujuan mereka berdua adalah puncak gunung Semeru yaitu Mahameru..

OK it's time..
saya berlima naik gunung, setelah mulai berjalan beberapa menit saja kami sudah kelelahan (maklum baru pertama kali) dan akhirnya kami memutuskan berpisah dengan mas magis, normalnya orang biasa menuju ranu kumbol hanya di perlukan waktu 3-4 jam (itu sudah suantai banget) kami hampir memerlukan waktu hingga 5 jam (bayangin sauantainya kayak gimana) tapi di situ kami memperoleh banyak pengalaman..






Add caption




10,5 Km jalan yang kami bertiga tempuh selama hampir 5 jam, mendaki bukit, menuruni bukit, memutari gunung-gunung kecil, melewati batu besar, menunduk karena ada pohon tumbang, serta melintasi jembatan dan dengan membawa tas yang beratnyapun tidak enteng tetapi sama sekali tidak terpintas di pikaran kami untuk kembali dan menyerah kami terus melangkahkan kaki kami membuat jejak kami walaupun perlahan-lahan, bahkan walaupun kami tahu kami bertiga sudah lelah tapi kami menjalaninya sangat senang, dan semua rasa lelah, sakit di pundak karena membawa beban berat menjadi Hilang seketika, ketika kami telah mendaki di atas salah satu bukit dan melihat ini...

Inilah dia...
ini yang tempat yang kami tuju...
salah satu Ciptaan Allah bagi hambanya...
Ranu Kumbolo..

Rasa lelah selama hampir 5 jam kami rasakan itu hilang, hanya dengan melihat ini...
kamipun segera menuju tempat perkemahan dan segera mendirikan tenda..
Dan diluar dugaan kami, ternyata banyak yang mendirikan tenda disana..

Setelah selesai dengan urusan mendirikan tenda dan sebagainya, saatnya kita makan..
semua bahan makanan kami keluarkan dan karena saya tidak begitu pintar memasak maka saya menyerahkan pada kedua teman wanita saya, dan ini lah hasil masakan mereka.


Pertama kali saya melihat ini sih saya kaget..
itu yang ada bulat-bulat ngambang warna coklat itu dinamai "SOP" oleh kedua teman saya padahal bahannya hanya Sosis yang diiris-iris serta wortel yang di iris tebal-tebal, dan yang ada di pirng itu adalah oseng-oseng tempe, bayangin tempe ketika hari kamis yang sudah agak "benyek" itu di cacah di beri potongan cabe dan di goreng...
dan ada satu bahan yang sangat sering di gunakan dan bahkan wajib digunakan untuk menambahkan rasa pada makanan yaitu GARAM, karena tanpa garam semua itu hambar rasanya..

Malam akan segera datang, karena saya adalah satu-satunya laki-laki pada rombongan itu niatan saya ingin mencari kayu bakar, tetapi itu tidak bisa karena waktu sudah terlanjur terlalu sore, dan alhasil kami bertiga semua kedinginan pada malam harinya...
beruntungnya tenda sebelah kami sangat baik, mereka mengajak bergabung di api unggunnya.. #akhirnya selamat dari kedinginan..

Malam itu saya tidak bisa tidur..
bayangkan dalam jaket biru yang saya kenakan di dalamnya sudah ada 3 lapis baju dan ditambah sweater dan saya masih saja kedinginan, dan saya memutuskan untuk tidak tidur dan ikut nimbrung dengan orang-orang yang tidak kenal di dekat api unggun..
dan disinilah saya merasakan apa yang sesungguhnya di Cari oleh para pendaki selain tempat yang indah pada puncak gunung , lembah, atau pun pada pedalaman hutan yaitu...
"KEBERSAMAAN, KEKELUARGAAN, dan HANGATNYA API UNGGUN"

saya ingat ada sekitar 8 orang termasuk saya yang mengitar api unggun itu, dan semua punya latar belakang yang berbeda, ada yang sudah bekerja, ada yang masih kuliah, ada yang masih SMA, dan ada juga yang tidak ngapa-ngapain (baca:nganggur), tapi sepertinya itu semua melebur jadi satu di dalam api unggun disana kami banyak sekali bercerita masalah kehidupan, cerita tentang misteri, cerita tentang latar belakang masing-masing, bahkan waktu itu ada yang sedang galau dan diapun tidak sungkan untuk bercerita, kami semua mendengarkan, kami semua menghargai, dan kami semua selalu saling memotivasi satu sama lain, padahal kami baru saja bertemu di api unggun itu..

Hari semakin larut, kabut pada Ranu Kumbolo sudah mulai turun, air pada danau sudah mengeluarkan asap pertanda suhu sudah mulai menurun drastis, tapi kami berdelapan sibuk dengan gurauan dan canda kami, semua orang sangat aktif, tidak ada yang namanya berdiam diri, karena terbawa suasana yang hangat dan sangat bersahabat sekali..
dan akhirnya salah satu dari kami berinisiatif untuk membuat kopi, dia membuat kopi 1 cangkir saja tapi kopi yang di masukkan setara dengan 3 sachet kopi bungkusan, air yang di ambil pun air pada danau di dekat kami menyalakan api Unggun, dan secara serentak beberapa orang dari kami tiba-tiba pergi ke tenda masing-masing, dan kembali dengan membawa jajanan yang ada pada tendanya, seakan kita semua disini sudah menjadi keluarga dan barang milikku juga barang milikmu...

akhirnya Secangkir Kopi itu selesai di buat, dan cangkir itu mulai berputar ke tiap orang yang di api unggun itu, dan yang membuat saya berpikir kenapa kopi ini masih bisa berputar setelah 2 putaran dan kalau dihitung Secangkir Kopi ini sudah melewati 16 orang tetapi masih tetap bersisa, saya pun mencoba tanya dengan nada yang bercanda...
saya : "heh, lapo kok ngombe kopimu titik...?"
teman saya :"gak po2 lah, ben ke bagian kabeh kopine, trus mungkin sebelahku iki koyok'e kademen kok..

JLEEBBBB.....
Rasanya dada ini kayak di tusuk tugu pahlawan, saya gak pernah mikir sejauh itu, yang saya pikirkan saya sungkan kalau minum banyak-banyak, tapi yang teman saya pikirkan ada yang lebih membutuhkan ini di bandingkan diri saya sendiri, bayangkan padahal kami berdelapan baru saja kenal saat api unggun ini dinyalakan tetapi teman saya sudah berpikiran seperti itu..

Tidak terasa dari pukul 10 malam hingga menjelang subuh kami lewati dengan bercanda dan berbagi cerita tentu saja di temani secangkir kopi hangat dan beberapa jajanan, serta tidak lupa di tutup dengan menyanyi lagu paling HITS di Ranu Kumbolo yaitu MAHAMERU karya dewa 19.. (^_^)

Fajar mulai meninggi, kabut sudah mulai menghilang dan dinginnya Ranu Kumbolo sudah mulai menjadi hangat, sudah waktunya kita pulang..
Saat itu tanggal 28 Oktober yaitu bertepatan hari sumpah Pemuda, walaupun dengan peralatan seadanya seluruh pendaki di ranu kumbolo berkumpul untuk merayakan dengan hikmat hari sumpah pemuda ini..

 














 

akhirnya kami pulang ke kota pahlawan...
banyak yang kami peroleh dari pengalaman ini yang mungkin tidak bisa kami sebutkan satu persatu...

Oh ya ini merupakan etika para pendaki dimanapun mereka mengijakkan kakinya:

Jangan ambil apa pun kecuali gambar
Jangan tinggalkan apapun kecuali jejak kaki
Jangan membunuh apapun kecuali waktu

ini foto-foto saya dan kawan-kawan disana..







Dan saya bertekad saya akan kembali ke Semeru tapi saya harus mencapai MAHAMERU....
amin..

Kamis, 08 November 2012

Terima Kasih Allah... (Cont..)


DIA...
ya Memang DIA.. ( ^_^)

saya tahu saya menyukainya,...
sungguh lucu dan aneh apa yang terjadi pada saya entah ini sebuah berkah dari ALLAH atau ini merupakan cobaan dari ALLAH untuk saya, dan itu hanya ALLah yang tahu dan saya hanya bisa mengira-ngira saja..

Tetapi apapun itu, ini merupakan jalan yang di berikan oleh Allah untuk saya agar menjadi lebih baik...
oleh karena itu tidak ada alasan bagi saya mengkritik nasib apalagi menjadi "GALAU"...

"GALAU" sangat susah sekali mendefinisikan kalimat yang terdiri dari 5 huruf itu, bahkan mbah google pun susah untuk menjawabnya (coba aja kalau tidak percaya), mungkin bahkan orang yang paling pintar dalam ilmu kedokteran pun gak akan menemukan obat untuk penyakit ini, Tapi itu tidak berlaku pada saya, mungkin, karena saya tidak tahu galau itu apa.. (=_=)".

pernah lihat ceramahnya pak Mario teguh di TV,Ketika waktu itu bahas tentang masalah perjodohan atau apalah yang penting disekitaran itu...
pak mario bilang :
"ada pepatah mengatakan "Cinta itu tidak selalu memiliki" itu SALAH BESAR, karena ketika kamu mencintai sesuatu atau seseorang kamu harus berusaha mendapatkannya"

Tapi anehnya saya tidak begitu...
Ketika Pertama saya menyukai DIA, di dalam otak saya yang mungkin jarang saya gunakan langsung berpikir bagaimana untuk mendapatkan DIA,..
Tetapi beberapa waktu kemudian saya mengikuti kajian-kajian keagamaan baik di kampus atau dengan kakak angkatan saya, dan tidak jarang saya memperoleh suatu pencerahan dari sana, bahakan ketika saya tidak puas saya mencarinya di internet dan menanyakan hal tersebut ketika saya masih belum mengerti, apalagi ayah saya merupakan orang yang juga tidak sedikit tahu tentang agama..
akhirnya saya pun tahu bahwa hubungan yang tidak sah itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya..(ini kesimpulan yang berlaku pada saya saja)..


Tetapi tidak berpacaran bukan berarti tidak boleh untuk menyukai seseorang,..
saya menyukai DIA tapi saya "BELUM" ingin memiliki DIA..
seperti halnya kata-kata ini entah ini dari mana asalnya..
"ALLAH itu Maha ADIL, Orang yang BAIK akan mendapatkan jodoh yang BAIK"..

Jadi tidak ada alasan bagi saya untuk galau, karena jodoh itu Allah sudah mengaturnya, jadi yang harus saya lakukan adalah saya harus "mengindahkan" diri saya untuk mempersiapkan diri saya ketika saya menemui jodoh saya yang indah... Oleh karena itu di atas saya mengatakan "saya menyukai DIA tapi saya "BELUM" ingin memiliki DIA.." karena saya tahu saya masih belum cukup "Indah" untuknya,..
Dan semoga mungkin nanti kita dipertemukan lagi pada saat yang ketika itu kita sudah mencapai Impian kita masing-masing..
(^_^)

Terima kasih ALLAH karena engkau telah memberikan hambamu "Perasaan ini" entah itu sebagai cobaan atau pun berkah tetapi karena dengan ini Hamba bisa belajar banyak...
Dan Terima Kasih juga ALLAH karena Engkau telah mengirim DIA untuk memberi warna di jalan hidup saya...
Sekali lagi TERIMA KASIH ALLAH...

Jumat, 02 November 2012

Terima Kasih Allah...

ah...

entah hari ini saya mau menulis tentang apa...

terlalu complicated perasaan saya hari ini, senang tidak, sedih tidak, bahakan ada tugas pun saya tidak ada niatan untuk mengerjakannya tetapi yang pasti saya sedang dilanda Virus yang sangat mematikan..(#hahaha)

mungkin yang dikatakan orang-orang gaul sekarang virus yang mematikan itu dinamai Virus "Cinta"...


Terkadang saya gak percaya saya terkena Virus itu, sejak SMA saya tidak pernah sama sekali tahu yang namanya suka kepada lawan jenis (baca: perempuan), bukannya saya tidak normal, tapi saya ini tipe orang yang sangat suka dengan kebebasan, 

kalau ditanya hubungannya apa dengan Pacaran dan Kebebasan??

Menurut penelitian saya selama di SMA,..
menurut yang saya lihat, dengar, dan amati teman saya yang pacaran ketika SMA itu kasihan banget, kenapa gak.. tiap berangkat sama pulang kadang suruh jemput si do'i-nya, ketika do'inya lapar, pasti dimintai di anterin untuk beli makan, dan yang paling sering banget itu tiap malam minggu mereka berdua pasti keluar, dan kayaknya tiap malam minggu itu ada agenda yang harus mereka lakukan secara bersama walaupun itu cuman keliling komplek perumahan... hahahhahaha...
Dan bahkan yang bikin saya geli ketika "kita" para lelaki harus merubah sikap kita secara drastis ketika di hadapan si "dia", kayak kita harus dipaksa bersikap selembut, seramah mungkin ketika di hadapannya, memang perempuan itu senang di perlakukan lembut dan halus tapi apakah dengan itu si lelaki harus mempunyai 2 kepribadian yang berbeda...

Hipotesis itu diperkuat dengan yang saya alami sendiri, ketika SMA saya akui ada perempuan yang menarik perhatian saya, mulanya dia memang tidak sekelas dengan saya tetapi saat menginjak kelas 2 ternyata dia sekelas dengan saya (#what a coincidence), dan saking beruntungnya dia duduk tepat di depan saya ketika itu bangku saya berada pada barisan paling belakang, dari situlah setiap ke sekolah saya semangat sekali bukan karena papan yang penuh dengan tulisan angka dan rumus yang tentunya susah di mengerti tapi karena Punggung dan kepala bagian belakangnya si dia yang "mempesona", mungkin gara-gara ini ya nilai saya saat kelas 2 SMA hancur, karena saat itu saya telah mencetak rekor Muri ala saya yaitu mendapatkan penghargaan peringkat ke-4........ dari Belakang... (=_=)"

 waktu berlalu dan kami berdua pun naik ke kelas 3 SMA dan beruntungnya satu kelas lagi.. (yeay)...

oke..
setelah pengalaman pendekatan di kelas 2 yang berdarah-darah tidak saya buang begitu saja, kelas tiga dia tetap duduk tepat di depan bangku ku..
akhirnya aku beranikan diri untuk mulai ke level selanjutnya, yaitu sms dia, memang sepele tapi entah kenapa mau sms dia itu rasanya berat banget, sampek-sampek konten smsnya itu harus di teliti titik komanya, besar kecilnya, dsb berulang kali oleh saya, dan percaya gak percaya sms itu aku lihatin terus hingga hampir 15-20 menitan dan akhirnya dengan keberanian yang sudah saya kumpulkan saya akhirnya mengirim sms itu yang berisikan..
" hai... lagi ngapain?.."

tapi dari sms singkat itu kami jadi dekat, bahkan hampir tiap malam kami sms-an...
waktu berlalu begitu cepat dan kami pun semakin dekat, tapi kok aku ngerasa ada yang aneh..
dia lama-lama jadi manja dan minta yang aneh-aneh, mungkin wajar lah anak SMA, tapi saat itu saya juga anak SMA yang cman punya modal sepeda motor dan uang saku yang pas-pasan dan itu pun masih di minta ke Orang tua, akhirnya saya sering menolak permintaannya dan akhirnya ketika kami masuk kuliah kami sangat jarang dan bahkan hampir tidak pernah SMS lagi...

dan Hipotesis ku adalah : 
Jangan pacaran waktu SMA kalau yang laki-laki itu bukan anak orang kaya yang uangnya banyak banget lain kata ketika pacaran waktu SMA yang dirugikan adalah para Lelaki...
(hipotesis ini hanya berlaku pada saya saja, jangan di artikan secara general)

dan gara-gara hipotesis itulah saya belum "menikmati" yang namanya galau ketika SMA..
dan katanya Mas Yonk (teman angkatan saya ketika kuliah) Galau itu bagai SKS pada alur kehidupan, mau gak mau kamu harus melewati masa galau... (damn.. maybe it's True)

Nah sekarang ketika saya masuk kuliah...
Saya bukan tipe orang yang mudah suka ke orang lain, contohnya cerita di SMA di atas selama di SMA saya hanya suka kepada 1 orang saja,..

Pertama kali ketemu "DIA" (sebut saja "DIA") ketika pas awal pengaderan di jurusan di ruangan kelas terbesar di jurusan Statistika di gedung T..
memang gak ketemuan langsung sih, saya hanya melihatnya dari kejauhan saja..
dan saya masih ingat jelas rupanya waktu itu...
dam seketika itu teman cowok saya sesama maba satu jurusan langsung menghidupkan semua radarnya untuk mencari "mangsa",..
ada yang bilang.. "wuiihh, ada yang mirip artis marshanda katanya namanya itu *****.."
ada juga yang bilang "wuiihh, ada yang lahirnya di jepang namanya itu ******"..
sedangkan saya hanya memperhatikan DIA yang sedang sibuk berbicara dengan teman barunya, dan bahkan pada saat itu saya belum tahu namanya.. (KOPLAK)...

Saat tahun Pertama (ketika Maba)...
Saya masih ingat saat pertama kali saya dan DIA berkomunikasi ketika saat satu kelas dan dia duduk di depan saya, Saya pun dengan hati berdegup kencang memanggilnya dan berniat untuk meminjam Bolpoin walaupun saya sudah punya tetapi saya sengaja taruh di dalam tas, dan sialnya ternyata dia hanya punya satu bolpoin saja,..
Ketika saat kegiatan Pengaderan jujur saya malu karena saya tidak berkontribusi lebih kepada angkatan saya, sedangkan DIA punya peranan yang cukup besar, dan itu salah satu yang membuat saya kagum kepadanya.. :)
Hari-hari pun terus berlalu satu tahun yang hanya saya habis kan hanya untuk melihat "keindahannya" dari kejauhan saja..

Saat tahun kedua..
saya mencoba berubah untuk lebih menjadi orang yang aktif dengan mengikuti organisasi baik di jurusan dan di Institut, dan sesuai dugaan DIA pun juga mengikuti Organisasi..
dan akhirnya saya dan DIA sudah sering berkomunikasi walaupun hanya sebatas membahas Proker dan urusan organisasi lainnya... dan saya sudah cukup senang dengan hal itu..

Saat tahun ketiga..
Mungkin tahun yang paling berkesan, karena saat itu saya di amanahi menjadi pemimpin di organisasi saya, dan DIA pun juga masih berada di dalam sistem tersebut, tentu saja dengan kedudukan yang berbeda..
sehingga Intensitasnya berkomunikasi pun bertambah..

dan sekarang pada tahun ke empat kami pun sudah berubah selama berjalannya waktu..
Dia sibuk dengan dunianya dan saya pun begitu, tetapi kami tidak jarang untuk bisa berkomunikasi... :)

ketika di tanya apa kelebihannya di bandingkan perempuan yang lain...
bahkan di jurusan saya yang terkenal dengan mayoritas perempuan banyak yang masih lebih cantik darinya..

Saya hanya bisa menjawab...
"Cara DIA berbicara, cara DIA berjalan, cara DIA tersenyum, cara DIA menangis, cara DIA tersipu malu, dan Cara DIA marah"
"Karena DIA adalah DIA, bukan Orang lain"

Dan itu sudah sangat Cukup sebagai alasan mengapa saya menyukai DIA..

Bersambung.... ^_^


Rabu, 10 Oktober 2012

Tawa Lugu di sudut Kota Pahlawan


Hari ini Hari Rabu (10-10-'12) dimana kuliah ku hanya pukul 11 siang dan jam 3 sore, mungkin kelihatannya longgar, ya harus aku akui memang kuliah ku longgar banget tapi Tugasnya men..

MENGGILA,,,,,!!!!!!!

yah begitulah mencari ilmu pada salah satu Institut yang terkemuka Di Indonesia, mau tidak mau harus kita yang menyesuaikan. malah Jadi keinget katanya orang pinter jaman dulu bahwa "makhluk yang bisa bertahan hidup itu bukanlah makhluk yang kuat tapi makhluk yang bisa beradaptasi dengan baik" dan mungkin teori itu berlaku juga di Statistika ITS,.

Jam Digital Di kos (pamer sek...) Menunjukkan Pukul 3 Sore tepat Sudah saatnya saya kuliah, tapi entah kenapa pada saat itu aku sedang tidak ingin mengikuti kuliah jadi aku putuskan untuk menggunakan jatah Bolos saja (jangan tiru ini di rumah atau di kos masing)..
Gak lama kemudian si Rendi (teman terbaik, teman satu kos...:P) lagi sibuk mau berangkat, tapi disini ada yang Aneh biasanya dia berangkat menjelang magrib karena dia kuliahnya malam hari tetapi pukul setengah 4 sudah siap untuk meluncur..

"Nang Endi Ren?" kata saya 
"Nang JMP, Kate delok SSC (Save Street Children), melok ta?"
"OK aku melok wes.." tanpa pikir panjang..

Akhirnya aku ikut rendi bersama 2 temannya ke JMP yaitu Sigit dan Advin,..
JMP (Jembatan Merah Plaza) merupakan salah satu Mall yang ada di Surabaya, jadi Hipotesisku adalah nanti ada seperti semacam Gathering komunitas SSC atau gak ada pertunjukkan untuk anak jalanan di dalam JMP, Tetapi setelah sekitar 10-15 menit perjalanan ternyata dugaanku salah BESAR..


Memang kita berempat menuju JMP tetapi yang dimaksud bukanlah pada Mallnya tetapi di daerah sekitar Mall Tersebut,..

Di sana ada sebuah gang kecil setelah Sungai di dekatnya JMP, gang tersebut tidak beraspal jadi ketika masuk kesana badan motor teman saya sampai kena batu besar, tidak lama kemudian kami pun berhenti di depan sebuah mushalla, dan pada saat itu juga saya langsung terdiam dan dalam hati berkata..

Astagfirullah...!!!

Bagaimana tidak, Mungkin itu tidak pantas bisa di bilang Mushalla tapi lebih pantas di bilang itu hanya sebuah Gubuk Kecil yang di Paksa untuk Menjadi tempat beribadah, bayangkan semua bahan yang digunakan untuk membangun mushalla tersebut hampir 80% dari triplek, dan di dalamnya hanya bisa memuat 2 shaf saja, bahkan mushalla itu di bangun tepat di samping Sungai yang tidak bisa di bilang bersih, mungkin ketika ada orang yang tidak hati-hati dan tersandung di mushalla tersebut maka mushalla tersebut akan jatuh ke dalam sungai..

Dan yang lebih membuat saya beristighfar adalah tepat di samping Mushalla tersebut ada segerombolan orang dewasa dan setengah baya tidak menggunakan busana atasan (Baca: Baju) bahkan ada yang hingga terlihat sisi sebelah atas dari pantatnya (mohon maaf) sedang bermain judi dan yang di pertaruhkan adalah Kelereng. Entah apakah itu hanya sebagai pengganti uang untuk bahan taruhan atau memang kelereng yang menjadi bahan untuk bertaruh saya tidak berani bertanya karena saya tidak ingin tahu tentang hal yang bersifat seperti itu..

saya tidak membayangkan bagaimana kehidupan sehari-hari jalan kecil tersebut, tetapi dengan melihat sekilas saja saya dapat menyimpulkan bahwa lingkungan tersebut sangat tidak pantas untuk mendidik anak, karena kepribadian seorang anak terbentuk dari cara bergaulnya, dengan siapa dia bergaul, dan tempat dimana dia bergaul, dan saya takut jika lingkungan tersebut akan membuat kepribadian anak-anak pada gang kecil disana akan Cenderung negatif, oleh karena itu jangan salahkan ketika masih banyak tindak kejahatan di Kota pahlawan ini bukan hanya karena terdesak Makan dan Hidup tetapi juga karena dari kecil para anak-anak sudah dikenalkan dengan dunia hitam dan tidak mungkin para anak-anak kecil tersebut tidak terpengaruh dengan gaya hidup seperti itu..

Dan Saatnya pun akhirnya saya dan tiga teman saya masuk kedalam Mushalla yang sangat sederhana itu, dengan hati-hati saya melangkahkan kaki di mushalla dan saya memilih tempat duduk di belakang dan padaa saat itu mushalla sudah ramai dengan anak-anak kecil seumuran SD hingga SMP yang sangat antusias mendengarkan cerita dari kakak Pengajar (begitulah mereka menyebutnya), dan...

Subhanallah...

Di dalam sana saya melihat sebuah kain berwarna merah yang biasanya digunakan untuk menjadi batas shalat antara laki-laki dan perempuan disulap menjadi panggung pertunjukan boneka tangan, dan boneka tangan yang di pakaipun sangatlah sederhana, tetapi itu tidak mengurangi kekhitmatan pertunjukan boneka tangan tersebut, anak-anak kecil mendengarkannya dengan antusias walaupun ada aja yang bandel dan membuat ricuh sendiri (namanya juga anak kecil dan kenakalannya itulah kelucuan dia bisa terlihat)... :) 
Cerita di dalamnya pun mengajarkan bahwa bertengkar dan menjaga kedisiplinan itu sangat penting untuk di mulai sejak dini..
Setelah Cerita Selesai di lanjutkan untuk bernyanyi bersama, lagu yang dinyanyikan mungkin ini lagi tidak sedang trend di kalangan anak-anak tapi saya jamin lagu itu merupakan lagu yang sangat mendidik daripada lagunya C*wb*y Jr, dan seketika itu mereka semua antusias unutk mengikuti lagu tersebut, hingga ada salah satu anak yang membunyikan alat yang biasa dia pakai unutk mengamen di jalan yaitu semacam kayu yang dipasang dengan tutup botol besi dan di paku, semua anak-anak sangat senang sekali terlihat dari mimik mereka yang tersenyum dengan lugunya serta ikut bernyanyi bersama kakak pendamping..

  
  


Terlihat jelas bahwa para anak-anak jalanan tersebut sangat kurang sekali untuk menikmati waktunya sebagai anak kecil, Keseharian para anak-anak tersebut sebagian besar untuk mencukupi kehidupan dirinya atau bahkan untuk menghidupi keluarganya, jadi kehadiran kakak-kakak pendamping dari Komunitas SSC sangat berarti bagi mereka selain untuk mengajarkan hal-hal yang positif demi mengimbangi kondisi masyarakat disana juga untuk menghibur anak-anak jalanan yang mungkin punya lebih sedikit waktu bermain dari pada kita.

Dan Selama itu saya hanya terdiam di pojokan menyaksikan dengan wajah bego karena perasaan Haru, Senang, dan Takut jatuh bercampur aduk di dalam Otak saya ini, mengapa tidak dengan hanya fasilitas yang sangat terbatas sudah dapat memberikan hal yang sangat bermakna, bahkan para anak-anak kecil tersebut mungkin tidak berfikir bagaimana jika mushalla itu akan jatuh ke sungai karena mereka sibuk dengan dunia yang beberapa jam sehari saja mereka rasakan..

Pukul Sudah menunjukkan jam 5 Sore sudah saatnya waktu unutk belajar dan bersenang-senang berakhir, dan forum tersebut pun di tutup dengan doa, dan seketika doa di sudahi semua anak-anak jalanan tersebut menghampiri seluruh kakak pendamping di mushalla tersebut hanya unutk mencium tangan dan berpamitan, bahkan kami bertiga (selain advin) yang barus aja datang dan bertujuan hanya unutk melihat juga tidak luput unutk dimintai pamit, setelah semua anak sudah pergi kami memperkenalakan diri kami ke TIM SSC dan kami pun di sambut sangat hangat dan ramah,..

tidak lama kemudian kami bersegera untuk kembali ke Kampus karena 3 teman saya tersebut pukul 6 harus sudah ada di kelas untuk kuliah, dan betapa kagetnya saya ketika di depan motor yang saya parkirkan tadi ada sebuah kotak (ukurannya sekitar 3x3 meter) yang di bungkus oleh plastik tebal bekas yang semula saya kira tempat menyimpan barang ternyata sebuah tempat tinggal dari nenek yang sudah tua renta yang kala itu sedang menghitung uang receh yang sudah di perolehnya dari pagi...

Begitulah sedikit pengalaman berharga yang saya dapat hari ini, Bagaimana mungkin di sekitar salah satu Mall Besar di Surabaya dan hanya dipisahkan oleh Sungai saja ada kehidupan yang sangat keras seperti itu, Oleh karena itu Orang-orang Seperti Anggota SSC atau mungkin komunitas yang lain perlu di perhatikan oleh pemerintah, karena secara tidak langsung merekalah yang tahu bagaiman kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan,..

Semoga nantinya ada lagi SSC-SSC yang lain demi meyelamatkan generasi selanjutnya...

Thanks to : Rendy (yang mengajak saya) dan Tim SSC (yang memperbolehkan saya ikut nimbrung)...  :)

Minggu, 07 Oktober 2012

Negara Kita Dewasa (?)

Sejak Merdeka pada tahun '45 silam Indonesia telah berumur genap 67 tahun per tanggal 17 Agustus lalu, lalu apakah dengan sudah lamanya kemerdekaan itu berarti negara kita sudah maju? saya jawab tidak juga..
saya merupakan warga negara Indonesia Tulen, saya lahir di Pulau Garamnya Indonesia, saya lahir dari 2 Orang Hebat Aseli Indonesia, dan Saya Hidup Di antara Orang Indonesia Tulen, atau masih gak percaya nanti saya lampirkan No. KTP saya...:P

Orang tua saya sering bilang..
" Lim Ojok maen tok, Koe iku wes Gede Wes kudune Dewasa, ojok koyok anak cilik maneh"...

Pada Saat itu Umur saya masih pada Belasan pas Waktu melewati fase "ALAY" dan Alhamdulillah sekarang sudah lewat Fase itu (semoga)

 nah balik ke Topik...
memang gak bisa disamakan orang dengan negara tapi yang lebih disorot disini ialah orang-orang yang duduk di kursi empuk, di Ruangan Ber-AC, yang make baju bagus-bagus, dan katanya sih Wakil dari Rakyat Kecil...

Bapak-bapak Ibu-Ibu Wakil rakyat Yang saya Hormati, Gedung DPR itu tempat untuk menyuarakan Suara kami suara rakyat kecil, bukan buat tidur, atau bahkan buat rekresasi, saya masih ingat tentang renovasi Gedung DPR yang menghabiskan biaya hingga triliyunan.. pak bu tolong buka pandangan gmana kondisi rakyat yang sampeyan wakili, masih banyak yang butuh fasilitas..
Neh pak, ane kasih gambar aja,..



dan dibandingkan dengan ini..
Please pak, mending bangun jembatan yang saya yakin gak sampai milyaran rupiah demi anak-anak itu pak, biar mereka bisa jadi penerus bangsa yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia nantinya.. :)
Nah saya malah muncul pertanyaan besar, yang dirapatkan di Gedung megah sana itu apa aja sih pak bu?
Masih ada lagi yang Lucu banget..
yang beberapa hari atau minggu lalu di beritain di TV dan Surat Kabar,
 "DPR berlakukan absensi sidik jari"
yang paling membuat ketawa lagi sempat baca perkataan ini...
"Saya masih tertawa dalam hati. Lucu karena ketika di pabrik, justru saya meminta karyawan untuk absensi menggunakan ini. Tapi sekarang, saya sendiri yang melakukan ini. Jadi terkesan lucu saja," kata Sekretaris Fraksi Hanura Saleh Husein, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/10/2012)

Rasanya "sesuatu banget" baca perkataan bapak di atas, apa ketika di wawancara gak nyiapin bahan buat ngomoong to pak?? pak menurut saya Gedung DPR itu adalah bagian dari pabriknya Negara Indonesia, dan orang-orang di dalamnya itu juga termasuk Karyawan di Negara ini, cuman bedanya karyawan yang di dalam gedung DPR itu dapat bagian untuk merencanakan ke arah mana Pembangunan Negara Ini berlanjut, Jadi yang membedakan antara Orang yang Mindahin tanah untuk bangun fasilitas Publik dengan Sampeyan-sampeyan yang duduk enak di "sana" itu cuman GAJI dan TEMPAT KERJA, selain itu sama semua, toh sama-sama Warga Negara Indonesia kan? KTPnya pun Formatnya sama semua to,..
dan sekali lagi pak bu menteri tenang aja kok, diterapkannya absensi sidik jari ini gak kira bakal nikin jempol bapak ibu kayak gini..

Jadi tenang aja, gak usah khawatir jempolnya bengkak, karena saya yakin jempol bapak ibu lebih sering menyentuh BB dari pada Absensi sidik jari ini kok..

Jadi Kedewasaan itu bukan hanya dilihat dari tingkahnya saja tapi juga dilihat dari cara berpikir dan bersikap, bagaimana disebut dewasa jika membangun fasilitas mewah ketika yang lain lebih memerlukan, bagaimana disebut Dewasa jika dihadapkan perubahan kecil saja dianggap hal yang merendahkan martabat,.. 

jadi terserah mau dibilang bangsa ini sudah Dewasa atau tidak tapi yang pasti bangsa ini sudah TUA, Bangsa ini sudah Muak dengan Janji-janji yang katanya Bisa membuat Indonesia maju, saya YAKIN seyakin-yakinnya bahwa Indonesia ini Negara yang besar, Negara dengan Potensi yang sangat menjanjikan, tapi itu masih tidak didukung dengan sifat orang yang di dalamnya..
 

huft..#tarik Nafas dalam-dalam..

Menulis...lagi..

"Sesuatu hal yang baik itu perlu dipaksa terlebih dahulu baru bisa membiasakannya..."

Apakah Benar...??

Bagiku itu benar, tidak ada hal yang baik di dunia ini yang hanya bisa di dapat begitu saja tanpa ada usaha..
seperti halnya kebiasaan menulis.. sumpah aku gak kira pernah kepikiran mau bikin blog kalau gak diberi penugasan pemograman di kuliah, saya masih ingat betul siapa dosen yang ngajar saya bikin blog ini yaitu pak Dwi (Dosen Keren neh..)



OH ya di awal bikin blog ini belum perkenalkan diri...
Dengan rasa bangga (?) dan sedikit dalam keadaan sadar (baca:ngatuk) saya perkenalkan diri saya..
saya Halim Kusumo Wibowo..
saya berasal dari Bangkalan, tapi sekarang di Surabaya karena sedang menimba ilmu dari "Kawah Candradimuka"..
sekian perkenalan dari saya, bukannya saya malu untuk memberikan informasi lebih mendetail dari yang di atas tapi karena saya tahu informasi yang lain pasti tidak penting buat kalian..